MATERI 9 TENTANG PROSEDUR DAN TEKNIK PEMERIKSAAN PERMASALAHAN JARINGAN NIRKABEL
Prosedur dan teknik pemeriksaan permasalahan jaringan nirkabel
Wireless Network Watcher
Untuk yang pertama kita akan menggunakan aplikasi bernama Wireless Network Watcher.
SoftPerfect WiFi Guard
2. Kemudian buka menu File, lalu pilih Setting.
3. Aktifkan tiga pilihan terakhir
Wireless Network Watcher
Untuk yang pertama kita akan menggunakan aplikasi bernama Wireless Network Watcher.
1. Pertama kita perlu mengunduh dan memasang aplikasi Wireless Network Watcher http://www.nirsoft.net/utils/wnetwatcher.zip, Setelah terpasang, jalankan aplikasi, maka kita akan melihat tampilan seperti dibawah ini.

2. Selanjutnya sambungkan ke
jaringan nirkabel yang hendak kita periksa, ini dilakukan melalui
Windows pada icon wireless di pajak kanan taskbar. Setelah tersambung
jalankan “Start Scanning”.

3. Kita perlu menunggu beberapa saat setelah kita menjalankan menu “Start Scanning”.
4. Setelah proses pemindaian selesai, kia akan melihat daftar perangkat yang terkoneksi berikut alamat IP yang digunakan.

Untuk pengecekan lebih lanjut kita
dapat menggunakan perintah ping atau tracert melalui konsol “Command
Prompt” untuk mengetahui informasi siapa pemilik alamat IP tersebut.
Bisa juga kita gunakan aplikasi yang terkait dengan masalah jaringan
untuk pemeriksaan lebih lanjut.
SoftPerfect WiFi Guard
Dengan menggunakan SoftPerfect WiFi
Guard kita akan mengetahui apabila ada yang menggunakan jaringan
nirkabel tanpa sepengetahuan kita. Ini karena SoftPerfect WiFi Guard
akan menginformasikan hal tersebut secara otomatis. Aplikasi ini
memiliki pemindaian jaringan yang berjalan sesuai interval waktu yang
telah ditentukan, kemudian akan memberikan laporan apabila menemukan
perangkat yang tidak dikenali.
1. Seperti biasa, hal yang pertama
perlu kita lakukan adalah mengunduh dan memasang SoftPerfect WiFi Guard
di komputer kita. Setelah aplikasi terpasang, jalankan.

2. Kemudian buka menu File, lalu pilih Setting.

3. Aktifkan tiga pilihan terakhir

4. Setelah itu klik tombol “Scan Now”

5. Apabila ada perangkat yang tidak dikenali, aplikasi tersebut akan memberitahukan kita.

Selesai.
Cara perbaikan kerusakan atau permasalahan pada jaringan nirkabel
Permasalahan pada jaringan dan cara memperbaikinya
Permasalahan pada jaringan dan cara memperbaikinya
Setalah membangun sebuah jaringan
LAN, MAN atau yang lainnya pasti tidak luput dari permasalahan yang
sering muncul dan kebanyakan kita mengalaminya, Namun permasalahan
tersebut bisa diatasi dengan cara atau hal yang mudah, asalkan kita tahu
kerusakan apa yang sedang terjadi pada jaringan yang kita bangun
- Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati atau tidak berfungsinya
komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak.
Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab
dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang
berkala. Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan
yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut
jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan
sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan
komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali.
Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja
dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan komputer LAN
berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (warung Internet). Down pada
jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut atau karena
tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN
tersebut. Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor
diantaranya pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari
Provider (jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan
bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke
internet tidak dapat dilakukan Down dalam jaringan LAN lebih mudah
penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down dalam
jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui
indicator-indikator yang dapat kita lihat. Indikator-indikator tersebut
memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya
komponen. Indikasi kerusakan pada masing-masing komponen dapat diuraikan
sebagai berikut:
- 1. kerusakan pada Kabel dan konektorJaringan
Kabel dan konektor merupakan media
penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan
lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk
membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
- Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel
dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan
penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan
- Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.
Gangguan atau kerusakan pada kabel
jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar),
susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat
dilihat adalah lampu indikator yang
tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena
jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang
secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi
gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja
- Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.
Kabel jenis coaxial memiliki akses
yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering
terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short
dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada
pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan
akan down dan komunikasi antar komputer berhenti
Jika terjadi kerusakan pada kabel
dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya kita
lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar tidak bias
digunakan lagi atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya
dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika yang rusak itu hanya pada
konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu
memgganti konektornya saja.
- 2. Gangguan atau Kerusakan pada Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau
pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub
mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi
untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan
server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu
indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation.
Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar
Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak
menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak
hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Jika terjadi kerusakan pada HUB maka
pertama kita harus mengecek apakah HUB yang kita gunakan memang sudah
rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun jika HUB yang kita
gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu menggantinya
dengan HUB yang baru atau dapat diperbaiki ditempat service khusus.namun
saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain kwalitasnya
yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya
membeli baru.
- Tidak bisa sharing data
Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan dengan
Jadi klik pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply
Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer.
Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.
- 4. Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain
Hal ini sering terjadi dikarenakan
alamat digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP address sehingga bisa
terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah
komputet kita bisa terkoneksi dengan komputer orang lain lalu ketik
pingà Run à caranya adalah Klik start <> -t. misalnya ping
192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan Jika Reply From . . . . . .
berarti komputer kita sudah terkoneksi dengan baik jika muncul Request
Time Out maka komputer kita tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.
- 5. Tidak muncul Local Area Connection
Hal ini kemungkinan besar kita lupa
untuk mengisntal driver Network Adapter, jadi yang harus dilakukan
adalah menginstal Driver Network Adapter. Biasanya kalu kita sudah
menginstal driver akan mucul Local Area Connetion.
- 6. Icon Lan Area Connection tidak berkedip biru
Hal ini sering terjadi karena kita
dalam memasang konektor kurang tepat, coba lihat lampu indicator pada
konektor apakah sudah menyala atau belum. Jika belum coba cabut dan
tancapkan kembali, setelah itu kalau masih belum coba periksa konektor
pada HUB apakah sudah dikonekan dengan HUB atau belum. Jika belum
konekkan hingga lampu indicator pada HUB menyala dan pada komputer
muncul menu pesan Connetion 100 Mbps. IP yang kita gunakan sama dengan
komputer lain. Gunakan program IP Scan untuk melihat IP yang sedang
aktif dan IP yang masih kosong.
- 7. Lambatnya Jaringan Dan Bagaimana Memperbaikinya Performanya
Dalam suatu infrastructure jaringan
yang sangat besar, suatu jaringan yang efficient adalah suatu keharusan.
Jika design infrastructure jaringan kita tidak efficient, maka
applikasi atau akses ke resource jaringanpun menjadi sangat tidak
efficient dan terasa sangat lambat.
Performa jaringan yang sangat lambat
ini biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada
jaringan), dimana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang
ada sekarang. Kalau boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam
sibuk, kapasitas jalan tidak mencukupi dengan berjubelnya jumlah
kendaraan yang memadati jalanan, akibatnya adalah kemacetan yang luar
biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa lengang dan anda bisa
memacu kendaraan dengan cepat.
faktor yang bisa memberikan kontribusi lambatnya jaringan dan cara memperbaikinya:
Technology
Ethernet yang sudah using seperti 10 Base2; 10Base5; dan 10Base-T,
mereka menggunakan algoritma CSMA/CD yang menjadi sangat tidak efficient
pada beban yang lebih tinggi. Performa jaringan ini akan menjadi turun
drastis jika prosentase utilisasinya mencapai lebih dari 30% yang
membuat jaringan menjadi sangat lambat.
Istilah
collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat jaringan dimana
data frame mereka bisa saling bertabrakan. Semua piranti yang disebut
diatas menggunakan hub yang berresiko collisions antar frame yang
dikirim, sehingga semua piranti dari jenis jaringan Ethernet ini berada
pada collision domain yang sama.
Bagaimana
solusi menghilangkan collision domain dan algoritma CSMA/CD yang bisa
membuat jaringan anda lambat, adalah mengganti jaringan HUB anda dengan
Switch LAN. Switch tidak menggunakan BUS secara ber-sama2 seperti HUB,
akan tetapi memperlakukan setiap port tunggal sebagai sebuah BUS
terpisah sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan.
Switches
menggunakan buffer memori juga untuk menahan frame yang datang,
sehingga jika ada dua piranti yang mengirim frame pada saat yang
bersamaan, Switch akan melewatkan satu frame sementara frame satunya
lagi ditahan didalam memory buffer menunggu giliran frame pertama
selesai dilewatkan. Mengganti semua HUB anda dengan Switch akan
meningkatkan kinerja dan performa jaringan anda dan kelambatan jaringan
akan berkurang secara significant.
Bottlenecks
Beban
user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan menyebabkan
bottleneck jaringan yang mengarah pada kelambatan jaringan. Aplikasi
yang memakan bandwidth yang sangat tinggi seperti aplikasi video dapat
menyumbangkan suatu kelambatan jaringan yang sangat significant karena
seringnya mengakibatkan system jaringan menjadi bottleneck.
Anda
perlu mengidentifikasikan aplikasi (khususnya aplikasi yang dengan
beban tinggi) yang hanya diakses oleh satu departemen saja, dan letakkan
server pada Switch yang sama dengan user yang mengaksesnya. Meletakkan
resource jaringan yang sering diakses pada tempat yang dekat dengan
pemakainya akan memperbaiki kinerja dan performa jaringan dan juga
response time.
Performa LAN juga bisa diperbaiki
dengan menggunakan link backbone Gigabit dan juga Switch yang mempunyai
performa tinggi. Jika system jaringan menggunakan beberapa segment, maka
penggunaan Switch layer 3 akan dapat menghasilkan jaringan yang
berfungsi pada mendekati kecepatan kabel dengan latensi minimum dan
secara significant mengurangi jaringan yang lambat.
- 8. Kerusakan jaringan karna Serangan Trojan Virus
Jika environment jaringan anda
terinfeksi dengan Trojan virus yang menyebabkan system anda dibanjiri
oleh program-2 berbahaya (malicious programs), maka jaringan akan
mengalami suatu congestion yang mengarah pada kelambatan system jaringan
anda, dan terkadang bisa menghentikan layanan jaringan.
Anda memerlukan proteksi jaringan
yang sangat kuat untuk melindungi dari serangan Trojan virus dan
berbagai macam serangan jaringan lainnya. Software antivirus yang di
install terpusat pada server anti-virus yang bisa mendistribusikan data
signature secara automatis kepada client setidaknya akan memberikan
peringatan dini kepada clients. Dan jika ingin mendapatkan perlindungan
yang sangat solid dan proaktif maka Software keamanan jaringan corporate
BitDefender adalah solusi anda.
BitDefender
Corporate Security adalah solusi manajemen dan keamanan bisnis yang
sangat tangguh dan mudah digunakan yang bisa memberikan perlindungan
secara proaktif terhadap serangan viruses, spyware, rootkits, spam,
phising, dan malware lainnya.
BitDefender
Corporate Security menaikkan produktifitas bisnis dan mengurangi biaya
akibat malware dan lainnya dengan cara memusatkan administrasi,
proteksi, dan kendali workstation, sekaligus juga file-file, email, dan
traffic Internet didalam jaringan corporate anda.
Jika
corporate anda menggunakan jaringan Windows, maka penggunaan WSUS
(Windows System Update Services) adalah suatu keharusan. WSUS secara
automatis meng-update patches critical Windows anda, security patches,
dan Windows critical update kepada clients pada saat dirilis update dari
Microsoft. Clients anda tidak perlu update langsung ke internet, cukup
koneksi ke server WSUS, sehingga mengurangi beban bandwidth internet
anda, karena hanya server WSUS saja yang terhubung ke internet untuk
download updates.
Virus
biasanya menyerang adanya kelemahan system yang sudah diketahui, dan
Windows update akan melakukan patch vulnerability (menambal lobang titik
lemah) sehingga menjaga kemungkinan serangan terhadap lobang kelemahan
system ini.
Berjaga-jaga
terhadap serangan virus yang menyebabkan lambatnya jaringan anda adalah
jauh lebih baik terhadap organisasi anda. Dan regulasi dan kebijakan
masalah pemakaian Email dan juga kebijakan pemakaian Internet sangat
mebantu dalam hal ini.
- 9. Sering Lambat jaringan waktu proses authentication
Jika dalam corporate anda mempunyai
banyak site yang di link bersama dan setiap site / cabang dan kantor
pusat di konfigurasikan sebagai active directory site terpisah dan
domain controller di integrasikan dengan DNS server, disaat peak hours
jam sibuk user pada kantor cabang sering mengalami proses logon yang
lambat sekali bahkan time-out. Hal ini akibat dari masalah bottleneck
saat komunikasi interlink lewat koneksi WAN link yang menjurus lambatnya
system.
Saat
user logon ke jaringan, Global Catalog memberikan informasi Universal
Group membership account tersebut kepada domain controller yang sedang
memproses informasi logon tersebut. jika Global Catalog tidak tersedia,
saat user melakukan inisiasi proses logon, user hanya akan bisa logon
kepada local machine saja, terkecuali jika di site tersebut domain
controllernya di configure untuk Cache Universal Group membership di
setiap kantor cabang. Bisa saja sich domain controller di masing-masing
cabang di promote Global Catalog, akan tetapi waspadai juga replikasinya
yang bisa menyebabkan link WAN menjadi lambat. Anda bisa mengatur
frequensi replikasi menghindari jam sibuk jika memungkinkan.
Dengan meng-enable Universal Group Membership Caching disetiap cabang, akan menyelesaikan masalah kelambatan jaringan jenis ini.
Satu
lagi masalah konfigurasi Switch redundance link yang bisa mengakibatkan
Broadcast Storm – atau bridging loop, sudah dibahas pada artikel STP.
Semoga berman’faat….
Home > Komputer dan IT > Mengidentifikasi Permasalahan Jaringan LAN pada Hardware dan Software
Permasalahan yang sering muncul baik
dalam pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara
garis besar dapat dibagi atas:
- Kerusakan atau kesalahan Hardware
Kerusakan atau kesalahan pada bagian
hardware mencakup seluruh komponen jaringan antara lain mencakup
server, workstation (client), Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor,
serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan
sebagainya.
- Kesalahan software
Kesalahan bagian software
berhubungan dengan kesalahan bagaimana setting dan konfigurasi jaringan
yang berkaitan dengan system operasi baik pada komputer server maupun
komputer workstation (client) yang digunakan, jenis protokol yang
dipakai serta topologi jaringan.
A. Kerusakan atau kesalahan Hardware
Kerusakan
atau kesalahan hardware yang sering terjadi adalah pada Network
Interface Card (kartu jaringan), pengkabel dan konektor. Kerusakan atau
kesalahan pada Jaringan sering disebabkan oleh koneksi (hubungan) yang
tidak baik antar komponen dan tidak berfungsinya komponen dikarenakan
sudah mati atau rusak.
- a) Network Interface Card (kartu jaringan)
Secara
fisik untuk mengenali bahwa kartu jaringan tersebut telah atkif atau
tidak aktif dapat dilihat pada lampu indikator yang terdapat dalam Kartu
jaringan tersebut saat komputer hidup dan kartu jaringan telah
dihubungkan dengan kabel jaringan maka lampu indikator harus sudah
menyala. Apabila belum menyala berarti terdapat permasalahan atau
kerusakan pada kartu jaringan tersebut.
Secara software untuk mengetahui bahwa kartu jaringan telah bekerja atau aktif dapat dilihat pada :
(1) Klik Start > setting >klik Control Panel
(2) Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager
Disana
dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum.
Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau
aktif.
- b) Pengkabelan dan Konektor
Pemilihan media komunikasi
menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang merupakan
media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF
(radio frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah,
mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi. Tetapi kesalahan
dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout
atau topologi jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan
kabel.
1) Untuk Pengunaan kabel thin coax
Seperti dalam gambar berikut permasalahan yang sering terjadi pada jenis kabel ini adalah seperti dalam gambar:
Keterangan Gambar:
- Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.
- Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel.
- Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
- Resistor pada terminating Connector
- Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
- Longgar pada male connector
Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5 akan
mengakibatkan system jaringan akan mengalami down (komunikasi antar
komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada
workstation (client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila
terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan jaringan akan down
juga.
2) Untuk Pengunaan kabel thick coax
Untuk
jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis kabel thin coax
karena menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam
gambar berikut:
3) Untuk Penggunaan kabel UTP
Untuk
kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model
ini relatif sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi
star, dimana workstation (client) terpasang tersebar secara paralel
dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan kerusakan kabel
ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam gambar berikut:
Keterangan gambar:
- Konektor longgar (tidak terhubung)
- Kabel short
- Kabel terbuka (open)
Untuk mengecek kabel yang terbuka
(open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan
Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel.
- Software
Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa dikelompokkan atas:
- a) Kesalahan setting konfigurasi jaringan
Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan :
- Alamat port I/O
- Nomor Interupt
- Direct Memory Access Request line
- Buffer memory Address
Berbeda dengan kartu model ISA Kartu
jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara
otomatis telah tersedia.
- b) Kesalahan Protocol yang digunakan
Hal ini sering terjadi pada kartu
jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan harus dilakukan
secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model
PCI hal tersebut jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver
dengan benar.
- c) Kesalahan pengalamatan IP.
Setiap
komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik,
sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam
jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk
masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika
terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses
jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut.
- d) Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer
Penentuan antara komputer server dan
komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada
jaringan peer to peer tidak ada penentuan client dan server.
- e) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
Service network (file and print
sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang
kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print
sharing.
- f) Kesalahan Security System
Kesalahan pemasukan password pada
saat kita masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam
jaringan karena kesalahan pengamanan (password).
- g) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.
Kerusakan
file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau
menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif).
Untuk
dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut
dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan
dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan
oleh sistem operasi networking:
- Tidak bisa Login dalam jaringan, Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan.
- Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood.Apabila secara hardware dan software tidak ada masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan semua data yang telah kita update ke sistem operasi.
- Tidak bisa sharing files atau printer.Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing. untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik kanan share.
- Tidak bisa install network adapter.Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut. Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah terinstall dengan driver bawaannya.
- Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita belum melakukan sharing data atau sharing printer.
Kasus-kasus tersebut dapat teratasi
apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting
Kartu jaringan. Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya
hubungan antar komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan
komputer tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan.
Pengecekan kesalahan harus dilakukan
satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan
subnetmask pada protocol yang digunakan, nama Workgroupnya dan
sebagainya.
Rangkuman
Permasalahan
muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan
jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan
atau kesalahan hardware dan kesalahan software.
Kerusakan
atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan yang sering
dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan
konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch,
router, dan sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering
terjadi adalah kabel terbuka (open), kabel short dan konektor longgar.
Kesalahan
bagian software berhubungan dengan kesalahan setting dan konfigurasi
jaringan pada komputer server maupun komputer client yang digunakan,
jenis protokol yang dipakai jaringan dan workgroup yang digunakan.
IPCONFIG
Merupakan perintah untuk menampilkan settingan atau konfigurasi TCP/IP pada sebuah komputer
“ ipconfig /all “ adalah perintah unutk menampilkan konfigurasi TCP/IP lebih detail
PING
Merupakan perintah untuk mengecek koneksi jaringan sebuah komputer ke HUB, router, atau komputer yang lain.
Misal : ping ( alamat IP atau Host/Domain ) — ping 192.168.5.1 atau ping com01
“ ping ( IP address ) -t “ adalah
perintah untuk mengecek koneksi jaringan dengan selang waktu yang tidak
terbatas, kecuali kita hentikan dengan menekan tombol “ ctrl + C “ pada
keyboard, inipun berguna untuk mengetes tingkat kestabilan koneksi
jaringan yang kita cek.
Berbagai macam pesan atau report ketika kita melakukan perintah PING
- Reply from ( IP address ) bytes=32 time<1ms TTL=128
Berarti koneksi jaringan komputer tersebut dalam keadaan normal / baik, seperti gambar diatas.
- Request Timed Out
Berarti koneksi jaringan terputus, bisa jadi tidak ada atau keblokir oleh firewall
- Destination Host Unreachable
Berarti komputer yg sedang kita cek ( ping ) berbeda workgroup.
NETSTAT
Merupakan perintah untuk menampilkan
table routing, menampilkan service jaringan yg sedang berjalan,
menampilkan port protokol yang sedang aktif
TRACERT
Perintah untuk menampilkan jalur
atau routing perjalanan packet komunikasi antara komputer kita dengan
komputer (server) lain. Tool ini akan menampilkan jumlah hop (router)
yang dilalui ketika menuju server target. Atau perintah unutk mengecek
status kecepatan koneksi komputer dengan salah satu domain di internet
Prosedur Pengecekan Hasil Perbaikan
- melakukan pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
- melakukan pencarian komputer yang ada dalam jaringan apakah terhubung atau tidak
- memeriksa konfigurasi IP komputer dengan menggunakan perintah IPCONFIG yang berfungsi untuk mensetting ulang jaringan, terutama yang menggunakan jaringan DHCP
- memeriksa koneksi jaringan dengan menggunakan PING, PING berfungsi untuk mengecek apakah sebuah komputer sudah terhubung kekomputer yang dituju
Sumber:
http://esmartinfo.blogspot.com/2018/09/prosedur-dan-teknik-pemeriksaan.html
http://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/02/12/permasalahan-pada-jaringan-dan-cara-memperbaikinya/
http://wiwisetiyowatii.blogspot.com/2017/06/langkah-langkah-memeriksa-hasil.html


Komentar
Posting Komentar